Selasa, 16 September 2014



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Bidan sebagai seorang pemberi layanan kesehatan (health provider) harus dapat melaksanakan pelayanan kebidanan dengan melaksanakan manajemen yang baik. Dalam hal ini bidan berperan sebagai seorang manajer, yaitu mengelola atau memanage segala sesuatu tentang kliennya sehingga tercapai tujuan yang di harapkan. Dalam mempelajari manajemen kebidanan di perlukan pemahaman mengenai dasar – dasar manajemen sehingga konsep dasar manajemen merupakan bagian penting sebelum kita mempelajari lebih lanjut tentang manajemen kebidanan.
Akar atau dasar manajemen kebidanan, adalah ilmu manajemen secara umum. Dengan mempelajari teori manajemen, maka diharapkan bidan dapat menjadi manajer ketika mendapat kedudukan sebagai seorang pimpinan, dan sebaliknya dapat melakukan pekerjaan yang baik pula ketika bawahan dalam suatu system organisasi kebidanan. Demikian pula dalam hal memberikan pelayanan kesehatan pada kliennya, seorang bidan haruslah menjadi manager yang baik dalam rangka pemecahan, masalah dari klien tersebut.
Manajemen kebidanan adalah suatu metode proses berfikir logis sistematis. Oleh karena itu manajemen kebidanan merupakan alur pikir bagi seorang bidan dalam memberikan arah/kerangka dalam menangani kasus yang menjadi tanggung jawabnya.
Manajemen kebidanan mempunyai peran penting dalam menunjang kerja seorang bidan agar bidan dapat melakukan pelayanan dengan baik kepada kliennya melalui konsep-konsep yang ada. Oleh karena itu, kami menyusun makalah ini dengan judul “KONSEP MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN” selain sebagai tugas kelompok juga dapat dijadikan  referensi bagi pembaca.

1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang terbentuk suatu rumusan masalah, diantaranya:
1.      Bagaimana konsep manajemen pelayanan pelayanan kebidanan?
2.      Apakah fungsi dan tujuan dari manajemen pelayanan kebidanan?


1.3  Tujuan
Tujuan dari pembentukan makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui konsep manajemen pelayanan pelayanan kebidanan.
2.      Untuk mengetahui fungsi dan tujuan dari manajemen pelayanan kebidanan




















BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Definisi Manajemen Kebidanan
Manajemen adalah seni dalam melaksanakan suatu kegiatan melalui orang – orang (Mary Parker Follet)1. Manajemen sering pula diartikan sebagai pengaturan atau pengelolaan sumber daya yang ada sehingga hasilnya maksimal. Itulah sebabnya manajemen juga di terjemahkan sebagai “tata laksana”.
Menurut Rosmery E. Cross (2001)
“ Management is a highly process and manager is some one who gets done trought of others”. Manajemen adalah sebuah proses sangat kompleks dan manajer adalah seorang yang melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan melalui orang lain.
Menurut (George R. Terry dan Leslie W. Rue).
Manajemen adalah suatu proses atau karangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang – orang kearah tujuan – tujuan organisasional atau maksud – maksud yang nyata.
Manajemen kebidanan adalah proses pertolongan yang dilakukan seseorang yang berprofesi sebagai bidan secara sistematis untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan seorang pasien dengan tepat.Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan –penemuan, ketrampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang terfokus pada klien. (Varney, 1997)
Manajemen adalah suatu kegiatan, pelaksanaannya adalah “managing” yaitu pengelolaan, sedangkan pelaksanannya disebut managar atau pengelola. Seorang manager adalah orang yang melaksanaakan fungsi manajemen dan bekerja dengan dan melalui orang lain. Dia bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri dan orang lain, menyeimbangkan tujuan yang saling bertentangan dan menentukan prioritas, mampu berfikir secara analisis dan konseptual, menjadi penengah, oleh politisi dan diplomat dan mampu mengambil keputusan yang sulit. Inti dari menejemen adalah kepemimpinan. Seorang maneger yang baik adalah memiliki jiwa kepemimpinan. Seorang manager yang baik adalah yang memiliki jiwa kepemimpinan.


2.2  Tujuan Manajemen Pelayanan Kebidanan
Tujuan umum :
Meningkatnya kemampuan bidan untuk berfikir kritis dan bertindak dengan logis, analisis dan sistimatis dalam memberikan asuhan kebidanan ditiap jenjang pelayanan kesehatan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ibu, bayi/anak balita.
Tujuan Khusus:
a.       Sebagai pedoman dalam mengelola klien dengan memberikan asuhan kebidanan yang efektif sesuai kebutuhan klien/masyarakat berdasarkan evidence based.
b.      Sebagai pedoman cara pendokumentasian dari setiap asuhan kebidanan yang diberikan disarana pelayanan kesehatan.

2.3  Fungsi Manajemen Pelayanan Kebidanan
Fungsi manajemen sendiri adalah untuk mengarahkan organisasi sesuai tujuan dibentuknya organisasi tersebut. Beberapa ahli mengatakan sebagai berikut :
a.       Menurut Taylor : Planning, Organizing, Actuating, Controlling
b.      Menurut Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling
c.       Menurut Robbin : Planning, Organizing, Leading, Controlling
d.      Koontz & O’Donnell : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Leading, Controlling
Berikut ini merupakan beberapa penjelasan mengenai fungsi manajemen :
a)      Planning (Perencanan)
Memuat tujuan dan bagaimana mencapai tujuan, rincian kegiatan.
b)      Organizing (Pengorganisasian)
Proses pengelompokan terhadap : Tenaga, alat/facilitas,
jenis tugas dan wewenang, dan tanggung jawab.
c)      Actuating (Penggerakan)
Rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan
aktivitas yang bisa mempengaruhi orang lain agar mereka suka melaksanakan usaha
sesuai tujuan.


d)     Controlling (Pengawasan)
Tindakan meneliti apakah segala sesuatu tercapai
atau berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan, atau intruksi-intruksi yang
telah ditetapkan.
e)      Evaluation (Penilaian)
Prosedur penilaian secara systematik, membandingkan
dengan standar, sekaligus pengambilan keputusan selanjutnya.

2.4  Bentuk-bentuk Manajemen Pelayanan Kebidanan
Bentuk-bentuk dalam manajemen pelayanan kebidanan diantaranya:
1.      7 Langkah Varney
·      Langkah I : Pengkajian
Pengkajian merupakan suatu langkah awal yang dipakai dalam menerapkan asuhan kebidanan pada pasien. Pada tahap ini semua data dasar dan informasi tentang klien dikumpulkan dan dianalisis untuk mengevaluasi keadaan klien.
·      Langkah II : Interpretasi Data
Pada langkah ini data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan menjadi masalah atau diagnosa spesifik yang sudah diidentifikasi. Interpretasi data terdiri dari diagnosa kebidanan yang mengacu pada diagnosa nomenklatur, masalah dan yang disertai dengan dasar. Diagnosa Kebidanan
Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan oleh bidan dalam lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur diagnopsa kebidanan.
Standar Nomenklatur Diagnosa Kebidanan :
v  Diakui dan telah disyahkan oleh profesi
v  Berhubungan langsung dengan praktek kebidanan
v  Memiliki ciri khas kebidanan
v  Didukung oleh clinical judgement dalam praktek kebidanan
v  Dapat diselesaikan dengan pendekatan manajemen kebidanan
Masalah sering berkaitan dengan hal-hal yang sedang dialami oleh wanita yang diidentifikasi oleh bidan sesuai dengan hasil pengkajian. Masalah juga sering menyertai diagnosa.

·      Langkah III : Identifikasi Diagnosa Potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial lain berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan, sambil mengamati klien bidan diharapkan dapat bersiap-siap bila diagnosa/masalah potensial ini benar-benar terjadi. Pada langkah ini penting sekali melakukan asuhan yang aman.
·      Langkah IV : Identifikasi Kebutuhan Segera
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan/atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. data mungkin mengindikasikan situasi yang gawat dimana bidan harus bertindak segera untuk kepentingan keselamatan pasien.
·      Langkah V : Merencanakan Asuhan yang Menyeluruh
Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap diagnosa atau masalah yang telah dididentifikasi atau diantisipasi. Pada langkah ini informasi/data dasar yang tidak lengkap dapat dilengkapi.
Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah teridentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap masalah yang berkaitan tetapi juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa yang diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan, konseling, dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalah-masalah yang berkaitan dengan sosial-ekonomi, kultural atau masalah psikologis.
·      Langkah VI : Melaksanakan Perencanaan
Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke 5 dilaksanakan secara efisien dan aman. Perencanaan ini biasa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian dilakukan oleh bidan dan sebagian lagi oleh klien, atau anggota tim kesehatan yang lain. Jika bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya. (misalnya: memastikan agar langkah-langkah tersebut benar-benar terlaksana).


·      Langkah VII : Evaluasi 
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan, meliputi pemenuhan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah,serta mengevaluasi apakah diagnose potensial muncul dan apakah tindakan antisipasi dilakukan.

Mengingat bahwa proses manajemen asuhan ini merupakan suatu kontinum, maka perlu mengulang kembali dari awal setiap asuhan yang tidak efektif melalui proses manajemen untuk mengidentifikasi mengapa proses manajemen tidak efektif serta melakukan penyesuaian pada rencana asuhan tersebut.
Langkah-langkah proses manajemen pada umumnya merupakan pengkajian yang memperjelas proses pemikiran yang mempengaruhi tindakan serta berorientasi pada proses klinis.

2.      SOAP
Dalam pendokumentasian/catatan asuhan kebidanan diterapkan dalam bentuk SOAP.
S: Data Subyektif : Data dari pasien yang didapat dari anamnesa
O: Data Obyektif : Hasil Pemeriksaan Fisik serta diaagnostik dan pendukung lain, juga catatan medis lain.
A: Assasment (Analisa dan Interpretasi berdasarkan data yang terkumpul dibuat kesimpulan)
Ø  Diagnosa
Ø  Antisipasi Diagnosa / masalah potensial
Ø  Perlunya tindakan segera
P: Planning / Perencanaan : Merupakan gambaran pendokumentasian dari tindakan.

Namun sekarang yang digunakan dalam manajemen pelayanan kebidanan yaitu SOAP, karena lebih efektif daripada 7 langkah Varney.
2.5 Manajemen kebidanan sebagai suatu sistem
Kerangka kerja yang terdiri dari beberapa komponen/bagian, secara keseluruhan saling berkaitan dan diorganisir sedemikian rupa dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manajemen pelayanan kebidanan merupakan suatu proses pertolongan yang dilakukan seseorang yang berprofesi sebagai bidan secara sistematis untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan seorang pasien dengan tepat.Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan –penemuan, ketrampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang terfokus pada klien.
Tujuan dari manajemen pelayanan kebidanan adalah untuk Meningkatkan kemampuan bidan untuk berfikir kritis dan bertindak dengan logis, analisis dan sistimatis dalam memberikan asuhan kebidanan ditiap jenjang pelayanan kesehatan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ibu, bayi/anak balita. Fungsi manajemen sendiri adalah untuk mengarahkan organisasi sesuai tujuan dibentuknya organisasi tersebut. Dan pola dari manajemen kebidanan adalah Planning, Organizing, Actuating, Controlling.
3.2 Saran
Semoga dengan adanya konsep manajemen pelayanan kebidanan, bidan dapat menajdi lebih baik lagi terutama dalam memberikan asuhan dalam kebidanan sehingga kesejahteraan ibu dan anak dapat meningkat.








DAFTAR PUSTAKA

Estiwidani, Meilani, Widyasih, Widyastuti, Konsep Kebidanan. Yogyakarta, 2008.
 Syofyan,Mustika,et all.50 Tahun IBI Bidan Menyongsong Masa Depan Cetakan ke-III Jakarta: PP IBI.2004
 Depkes RI Pusat pendidikan Tenaga Kesehatan. Konsep kebidanan,Jakarta.1995
https://www.facebook.com/KebidananKomunitas/posts/385460594904076
http://brilianaputrimawaddah.blogspot.com/2010/10/manajemen-kebidanan.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar